Kamis, 27 Agustus 2015

[079] An Nasi'at Ayat-016

««•»»
[079] An Nasi'at Ayat-016
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 15][AYAT 17]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
16of46
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=79&tAyahNo=16&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#79:16

[079] An Nasi'at Ayat-015

««•»»
Surah An Naazi'aat 15

هَلْ أَتَاكَ حَدِيثُ مُوسَى
««•»»
hal ataaka hadiitsu muusaa
««•»»
Sudah sampaikah kepadamu (ya Muhammad) kisah Musa.
««•»»
Did you receive the story of Moses,
««•»»

Dalam ayat ini Allah SWT mengingatkan Nabi Muhammad SAW., akan kisah Musa A.S., dalam bentuk pertanyaan yaitu; "Sudahkah sampai kepadamu ya Muhammad kisah Musa yang oleh Allah telah diutus kepada Firaun menyampaikan risalahnya dengan cara yang halus dan lemah lembut;

seperti tercantum dalam firman Allah:
فقولا له قولا لينا لعله يتذكر أو يخشى
Maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan ia ingat atau takut.
(QS. Thaaha [20]:44)

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Sudahkah sampai kepadamu) hai Muhammad (kisah Musa) lafal ayat ini menjadi Amil bagi lafal berikutnya, yaitu:
««•»»
Have you, O Muhammad (s), received the story of Moses (hadīthu Mūsā operates [the clause that follows]),
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 14][AYAT 16]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
15of46
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=79&tAyahNo=15&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#79:15

[079] An Nasi'at Ayat-014

««•»»
Surah An Naazi'aat 14

فَإِذا هُم بِالسّاهِرَةِ
««•»»
fa-idzaa hum bialssaahirati
««•»»
Maka dengan serta merta mereka hidup kembali di permukaan bumi.
««•»»
and behold, they will be awake.
««•»»

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Maka dengan serta-merta mereka) yakni semua makhluk (bangun) berada di permukaan bumi dalam keadaan hidup, yang sebelumnya mereka berada di perut bumi dalam keadaan mati.
««•»»
behold, then, they, all creatures, will be upon the surface of the earth, alive, after having been dead inside it.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 13][AYAT 15]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
14of46
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=79&tAyahNo=14&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#79:14

[079] An Nasi'at Ayat-013

««•»»
Surah An Naazi'aat 13

فَإِنَّما هِيَ زَجرَةٌ واحِدَةٌ
««•»»
fa-innamaa hiya zajratun waahidatun
««•»»
Sesungguhnya pengembalian itu hanyalah satu kali tiupan saja,
««•»»
Yet it will be only a single shout,
««•»»

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Sesungguhnya pengembalian itu hanyalah) maksudnya, tiupan yang kedua untuk membangkitkan semua makhluk (dengan tiupan) dengan hardikan (sekali saja) apabila tiupan yang kedua ini telah dilakukan.
««•»»
God, exalted be He, says: But it, the Aftershock, which will be followed by the Resurrection, will be only a single blast, and so when it is blasted:
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 12][AYAT 14]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
13of46
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=79&tAyahNo=13&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#79:13

[079] An Nasi'at Ayat-012

««•»»
Surah An Naazi'aat 12

قالوا تِلكَ إِذًا كَرَّةٌ خاسِرَةٌ
««•»»
qaaluu tilka idzan karratun khaasiratun
««•»»
Mereka berkata: "Kalau demikian, itu adalah suatu pengembalian yang merugikan".
««•»»
They will say, ‘This, then, is a ruinous return!’
««•»»

Dan mereka berkata: "Jika benar apa yang kamu ucapkan itu tentang adanya hari berbangkit setelah kami menjadi tulang-belulang yang hancur, maka sungguh kami akan mengalami suatu pengembalian yang sangat merugikan".

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Mereka berkata, "Hal itu) maksudnya, dihidupkan-Nya kami kembali (kalau begitu) atau seandainya hal itu benar terjadi (adalah pengembalian) suatu pengembalian (yang merugikan") diri kami. Lalu Allah berfirman:
««•»»
They will say, ‘That, return of ours to life, then, if it were true, would be a ruinous return!’.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
klik ASBABUN NUZUL klik
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

Imam Hakim dan Imam Ibnu Jarir kedua-duanya mengetengahkan sebuah hadis melalui Siti Aisyah r.a. yang menceritakan, sesungguhnya Rasulullah saw. ditanya mengenai waktu hari kiamat, sehingga turunlah kepadanya ayat ini, yaitu firman-Nya, "(Orang-orang kafir) bertanya kepadamu (Muhammad) tentang hari kiamat, kapankah terjadinya? Siapakah kamu (maka) dapat menyebutkan (waktunya)? Kepada Rabbmulah dikembalikan kesudahannya (ketentuan waktunya)."
(QS. An Naaziaat [79]:42-44)
Akhirnya terputuslah pertanyaan itu. Imam Ibnu Abu Hatim mengetengahkan sebuah hadis melalui jalur Juwaibir yang ia terima dari Dhahhak, bersumber dari Ibnu Abbas r.a. Ibnu Abbas r.a. menceritakan, bahwa orang-orang musyrik Mekah bertanya kepada Nabi saw. seraya mengatakan, "Kapankah terjadinya kiamat itu?" Pertanyaan ini mengandung nada sinis dari mereka yang ditujukan kepada Nabi saw. Allah segera menurunkan firman-Nya, "(Orang-orang kafir) bertanya kepadamu (Muhammad) tentang hari kiamat, kapankah terjadinya?"
(QS. An Naaziaat [79]:42 hingga akhir surat)
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 11][AYAT 13]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
12of46
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=79&tAyahNo=12&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#79:12

[079] An Nasi'at Ayat-011

««•»»
Surah An Naazi'aat 11

أَئِذَا كُنَّا عِظَامًا نَخِرَةً
««•»»
a-idzaa kunnaa 'izhaaman nakhiratan
««•»»
Apakah (akan dibangkitkan juga) apabila kami telah menjadi tulang belulang yang hancur lumat?"
««•»»
What, when we have been decayed bones?!’
««•»»

Dan mereka akan bertanya pula dengan penuh keheranan: "Apakah kami akan dibangkitkan juga apabila telah menjadi tulang-belulang yang hancur lumat?".

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

("Apakah apabila kami telah menjadi tulang belulang yang hancur lumat) juga akan dihidupkan kembali?" Menurut suatu qiraat lafal Nakhiratun dibaca Naahiratun, artinya yang lapuk dan hancur.
««•»»
What! When we have been decayed bones?’ (nakhira: a variant reading has nākhira, ‘decayed and withered’), will we have life again?

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
klik ASBABUN NUZUL klik
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

Imam Said bin Manshur mengetengahkan sebuah hadis melalui Muhammad bin Kaab r.a. yang menceritakan, bahwa setelah ayat ini diturunkan, yaitu firman-Nya, "Apakah sesungguhnya kami benar-benar dikembalikan kepada kehidupan yang semula?"
(QS. An Naaziaat [79]:10)
Maka orang-orang kafir Quraisy berkata, "Sesungguhnya jika benar-benar kami akan dihidupkan kembali sesudah mati, niscaya kami benar-benar merugi." Lalu turunlah ayat berikutnya, yaitu firman-Nya, "Mereka berkata, 'Kalau demikian itu adalah suatu pengembalian yang merugikan.'"
(QS. An Naaziaat [79]:12)
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 10][AYAT 12]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
11of46
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=79&tAyahNo=11&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#79:11

[079] An Nasi'at Ayat-010

««•»»
Surah An Naazi'aat 10

أَبصارُها خاشِعَةٌ
««•»»
yaquuluuna a-innaa lamarduuduuna fii alhaafirati
««•»»
 (Orang-orang kafir) berkata: "Apakah sesungguhnya kami benar-benar dikembalikan kepada kehidupan semula {1552}?
{1552} Setelah orang-orang kafir mendengar adanya hari kebangkitan sesudah mati mereka merasa heran dan mengejek sebab menurut keyakinan mereka tidak ada hari kebangkitan itu. Itulah sebabnya mereka bertanya demikian itu.
««•»»
They will say, ‘Are we being returned to our earlier state?
««•»»

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Mereka berkata) yakni orang-orang kafir yang mempunyai hati dan pandangan itu mengatakan dengan nada yang memperolok-olokkan karena ingkar dan tidak percaya terhadap adanya hari berbangkit ("Apakah sesungguhnya kami) dapat dibaca secara Tahqiq dan Tas-hil, demikian pula lafal berikutnya yang sama (benar-benar dikembalikan kepada kehidupan yang semula?") maksudnya, apakah kami sesudah mati akan dikembalikan menjadi hidup seperti semula. Lafal Al-Haafirah menunjukkan makna permulaan sesuatu, antara lain dikatakan: Raja`a Fulaanun Fii Haafiratihi, artinya, si Polan kembali lagi ke arah dia datang.
««•»»
They, those of the [mentioned] hearts and eyes, will say, mockingly and in rejection of the Resurrection: ‘Are we indeed (read a-innā pronouncing both hamzas, or by not pronouncing the second, and inserting an alif between them in both cases, and in both instances) being restored as before? Shall we be restored to life after death (al-hāfira is a noun signifying the ‘first part’ of anything, from which is derived the expression raja‘a fī hāfiratihi to mean that so and so ‘returned whence he had come’).
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 9][AYAT 11]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
10of46
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=79&tAyahNo=10&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#79:10