Kamis, 27 Agustus 2015

[079] An Nasi'at Ayat-007

««•»»
Surah An Naazi'aat 7

تَتبَعُهَا الرّادِفَةُ
««•»»
tatba'uhaa alrraadifatu
««•»»
Tiupan pertama itu diiringi oleh tiupan kedua.
««•»»
and is followed by the Successor,[1]
[1] Apparently, ‘the Quaker’ and ‘the Successor’ refer to the first and the second blasts of the Trumpet sounded by Isrāfīl on the Day of Resurrection. Cf.39:68;73:14.
««•»»

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Kemudian ia diiringi dengan yang mengikutinya) dengan tiupan yang kedua dari malaikat Israfil; jarak di antara kedua tiupan itu empat puluh tahun; dan jumlah ayat ini berkedudukan menjadi Haal atau kata keterangan keadaan daripada lafal Ar-Raajifah. Dan lafal Al-Yauma dapat mencakup kedua tiupan tersebut, karena itu maka kedudukan Zharafnya dianggap sah. Tiupan yang kedua ini untuk membangkitkan semua makhluk yang mati menjadi hidup kembali, maka setelah tiupan yang kedua, mereka bangkit hidup kembali.
««•»»
and is followed by the Aftershock, the second blast; between the two [blasts] is a span of forty years (the sentence [tatba‘uhā’l-rādifatu] is a circumstantial qualifier referring to al-rājifa, ‘the Tremor’, in other words, the ‘day’ can [adverbially] accommodate both blasts and other events, and so for this reason it can also properly function as the adverbial qualifier for the Resurrection that will take place after the second [blast]);
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 6][AYAT 8]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
7of46
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=79&tAyahNo=7&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#79:7

Tidak ada komentar:

Posting Komentar